| Shortfall
DJP Rp18,3 triliun |
JAKARTA: Realisasi penerimaan Ditjen Pajak hingga
akhir 2006 hanya Rp314,8 triliun dari target yang ditetapkan APBN-P
sebesar Rp333,1 triliun. Dengan demikian institusi ini menyumbang
hampir 90% shortfall penerimaan perpajakan nasional.
Berdasarkan data Departemen Keuangan, hampir semua institusi pengumpul
uang negara gagal memenuhi target. Satu-satunya penerimaan yang
mencapai target di sektor perpajakan adalah PPh migas, yang menjadi
tanggung jawab Bapepam-LK (dulu Ditjen Lembaga Keuangan) namun administrasinya
dimasukkan ke Ditjen Pajak. (lihat tabel)
Menanggapi hal itu, mantan pejabat eselon dua Ditjen Pajak Nurjadi
menilai kegagalan itu bisa disebabkan berbagai faktor. "Bisa
karena target tidak realistis, atau karena perekonomian yang tidak
mendukung," ujarnya kepada Bisnis melalui layanan pesan singkat.
Selain itu, Nurjadi yang kini bekerja di Pricewaterhouse-Cooper
(PwC) juga meminta pimpinan Ditjen Pajak mengkaji kinerja fiskus
yang kurang berhasil dalam melaksanakan ekstensifikasi dan intensifikasi
pajak.
"Ditjen Pajak harus menerapkan paradigma baru. Misalnya dengan
meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang mempunyai
penghasilan dari usaha atau pekerjaan bebas, bukan penghasilan karyawan.
Ini sekaligus bisa mengurangi social friction," katanya.
|
Penerimaan perpajakan
2006 (Rp triliun) |
|
Uraian |
APBN-P
Rp |
Realisasi |
Lebih/
(Short fall) |
Tanggung
jawab |
|
Rp |
(%) |
|
PPh
Non Migas |
175,0 |
165,6 |
94,65 |
(9,4) |
DJP |
|
PPN
&PPnBM |
132,9 |
123,0 |
92,55 |
(9,9) |
DJP |
|
PBB |
18,2 |
20,7 |
113,74 |
(2,5) |
DJP |
|
BPHTB |
4,4 |
3,2 |
72,72 |
(1,2) |
DJP |
|
Pajak
Lainnya |
2,6 |
2,3 |
88,46 |
(0,3) |
DJP |
|
Subtotal |
333,1 |
314,8 |
94,51 |
(18,3) |
DJP |
|
PPh
Migas |
38,7 |
43,2 |
111,63 |
4,5 |
LK |
|
Subtotal |
38,7 |
43,2 |
111,63 |
4,5 |
LK |
|
Cukai |
38,5 |
37,8 |
98,18 |
(0,7) |
DJBC |
|
Bea
Masuk |
13,6 |
12,1 |
88,98 |
(1,5) |
DJBC |
|
Subtotal |
52,1 |
49,9 |
95,78 |
(2,2) |
DJBC |
|
Pajak
Ekspor |
1,2 |
1,1 |
91,67 |
(0,1) |
DJA |
|
Subtotal |
1,2 |
1,1 |
91,67 |
(0,1) |
DJA |
|
T
o t a l |
425, 1 |
409,0 |
96,21 |
(16,1) |
DEPKEU |
Sumber : Depkeu, diolah
Sementara itu, seorang Kepala Kantor Pelayanan Pajak menyatakan
tekanan yang begitu besar kepada institusi pajak membuat fiskus
ragu-ragu bertindak. Apalagi, kata dia, pimpinan menekankan perlunya
fiskus yang bersahabat dengan dunia usaha atau business friendly.
"Akibatnya petugas lebih banyak memantau kepatuhan formal,
seperti apakah wajib pajak sudah membayar tepat waktu. Tapi petugas
tidak lagi peduli apakah dari sisi kualitas kepatuhan wajib pajak
juga meningkat," katanya.
Dia menunjuk kasus di beberapa KPP Pratama di Jakarta, di mana
seorang account representative menangani lebih dari 500 wajib pajak.
"Sehebat apapun AR-nya tidak akan sanggup mengawasi 500 WP.
Akibatnya, yang dipantau hanya 25 WP terbesar. Padahal WP yang berada
di urutan ke-500 bukan berarti dia wajib pajak kecil." (parwito@bisnis.co.id)
Oleh Parwito
Bisnis Indonesia, 19 January 2007
www.pajakpribadi.com |