Vivanews, 15 Oktober 2010
Menkeu meminta masyarakat berpenghasilan menengah jujur melaporkan
pajaknya.
VIVAnews - Pemerintah akan terus memburu orang-orang kaya di
Indonesia. Perburuan terkait masalah pajak.
Karena itu Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo meminta masyarakat
berpenghasilan menengah ke atas jujur melaporkan surat pemberitahuan
tahunan (SPT) pajak.
Agus mengatakan mereka yang berpotensi menjadi wajib pajak orang
pribadi sudah seharusnya didata. "Jadi kalau melihat ada
potensi (laporan Credit Suisse Global Wealth Report), kami terus
akan ekstensifikasi," kata Agus di Kementerian Keuangan,
Jumat 15 Oktober 2010.
Menurut laporan Credit Suisse Global Wealth Report yang baru
dipublikasikan, kekayaan orang Indonesia melesat jauh dibandingkan
dengan situasi pada masa krisis 1997 lalu. Total kekayaan pribadi
orang Indonesia melonjak spektakuler hingga lima kali lipat menjadi
US$1,8 triliun dalam satu dekade terakhir.
Menanggapi ini Agus berjanji akan menelusuri data-data yang memungkinkan.
"Kami terus akan update dari sumber data mana pun,"
katanya. "Jadi kalau ada laporan besarnya masyarakat Indonesia
yang berpenghasilan menengah ke atas tentu akan dicari, kami akan
dalami."
Menurut Credit Suisse, komposisi kekayaan orang Indonesia, mirip
dengan India. Sebagian besar atau 90 persen dari kekayaan mereka
berupa aset properti. Rata-rata utang mereka juga relatif sedikit.
Indonesia memiliki 25 persen populasi dengan kekayaan kurang
dari US$1.000 atau hampir setara dengan proporsi dunia sebesar
26 persen. Namun, keluarga yang memiliki kekayaan sebesar US$100
ribu atau hampir Rp1 miliar, sangat jauh dibandingkan dengan proporsi
dunia.
Distribusi orang kaya yang memiliki kekayaan sebesar US$100 ribu
hanya 2 persen atau 4,6 juta orang dari total penduduk Indonesia
yang berjumlah 233 juta jiwa. Ini jauh sekali dibandingkan dengan
komposisi dunia sebesar 8 persen.
Definisi kekayaan yang dimaksud oleh Credit Suisse adalah aset
finansial baik berupa keuangan dan non keuangan (khususnya properti).
Dalam studi ini untuk masuk dalam jajaran 10 persen orang kaya
dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$72 ribu. Sedangkan,
untuk masuk jajaran 1 persen orang kaya dunia, seorang dewasa
harus memiliki kekayaan US$588 ribu.