CONTOH SOAL
Wajib Pajak Orang Pribadi sebagai Pengusaha Tertentu

Contoh Kasus:

Herman Wiradhana seorang pengusaha yang bergerak dibidang perdagangan sepatu dengan merk usaha “Brytain”.

Mempunyai tempat usaha di 3 lokasi yang berbeda dengan lokasi tempat tinggalnya. Adapun identitas Herman Wiradhana adalah sebagai berikut:

Terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Grogol Petamburan

Data anggota keluarga yang menjadi tanggungan Herman Wiradhana dalam tahun 2005 adalah sebagai berikut:

· Ellionora Wijaya, istri (sebagai ibu rumah tangga), lahir tanggal 23 Maret 1969.
· Jordan Wiradhana, anak kandung (sebagai pelajar), lahir tanggal 8 Mei 1994.
· Adeline Wiradhana, anak kandung (sebagai pelajar), lahir tanggal 20 Desember 1997.
· Exel Wiradhana, anak kandung (Balita), lahir tanggal 23 Maret 2000.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Herman Wiradhana menyelenggarakan pembukuan. Dari pembukuan tahun 2005 jumlah penjualan untuk tiap-tiap lokasi adalah sebagai berikut:

Angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2005 adalah sebagai berikut:

Lain – lain :

- Dalam tahun pajak 2005 tidak terdapat pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga.

- Daftar Harta dan Daftar Kewajiban Herman Wiradhana pada akhir tahun 2005 adalah sebagai berikut:

Berdasarkan kasus diatas, bagaimana perhitungan angsuran PPh Pasal 25 tahun 2005 untuk masing-masing lokasi usaha serta bagaimana pengisiannya di Formulir SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi?

Penjelasan:

Dasar Hukum:

q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan (link dengan “UU_PPh.html”).

q Keputusan Menteri Keuangan Nomor 522/KMK.04/2000 (link dengan “KMK_522_04_2000.html”) sebagaimana diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 84/KMK.03/2002 (link dengan KMK_84_03_2002.html”) tentang Penghitungan Besarnya Angsuran Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan Yang Harus Dibayar Sendiri oleh Wajib Pajak Baru, Bank, Sewa Guna Usaha dengan Hak Opsi, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan Wajib Pajak Lainnya termasuk Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu.

q Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-171/PJ/2002 (link dengan “KEP_171_2002.html”) tentang Pelaksanaan Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 25 Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu

Angsuran PPh Pasal 25 untuk tahun 2005 adalah sebagai berikut:

Sebagai WPOP Pengusaha Tertentu yang memiliki outlet di beberapa lokasi, maka besarnya angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 yang dibayar oleh Herman Wiradhana adalah sebesar 2% (dua persen) dari jumlah peredaran bruto berdasarkan pembukuan. Dan pembayaran PPh Pasal 25 tersebut merupakan pelunasan Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun pajak 2005 karena Herman Wiradhana tidak menerima atau memperoleh penghasilan lain yang dikenakan PPh yang bersifat tidak final.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Contoh Pengisian Form 1770 WPOP Pengusaha Tertentu

Rekap Penghasilan dan PPh Ps. 25 yang telah disetor

 


 
  Copyright (c) 2007 pajakpribadi.com | OMNI SUKSESTAMA | Ketentuan Layanan