PERATURAN PAJAK

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK 
NOMOR 1/PJ/2009

TENTANG

PERUBAHAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 53/PJ/2008
TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN, PENGECUALIAN PEMBAYARAN DAN
PENGELOLAAN ADMINISTRASI PAJAK PENGHASILAN BAGI WAJIB PAJAK ORANG
PRIBADI DALAM NEGERI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI



DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang      :     bahwa  dalam  rangka  mendukung  kelancaran  pelaksanaan  bebas  Fiskal Luar  Negeri  bagi  Wajib  Pajak  Orang  Pribadi  yang  memiliki  Nomor  Pokok Wajib  Pajak  (NPWP)  yang  berstatus sebagai  Warga  Negara  Asing  (WNA) dan  anggota  keluarganya,  perlu  menetapkan  Peraturan  Direktur  Jenderal Pajak  tentang  Perubahan  Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor 53/PJ/2008  tentang  Tata  Cara  Pembayaran,  Pengecualian  Pembayaran dan  Pengelolaan  Administrasi  Pajak  Penghasilan  Bagi  Wajib  Pajak  Orang Pribadi Dalam Negeri yang akan Bertolak ke Luar Negeri;

Mengingat        :     1.   Undang-Undang  Nomor  7  Tahun  1983  tentang Pajak Penghasilan        (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1983  Nomor  50, Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Nomor  3263) sebagaimana  telah  beberapa  kali  diubah  terakhir  dengan  Undang-Undang  Nomor  36  Tahun  2008  (Lembaran  Negara  Republik  lndonesia Tahun  2008  Nomor  133,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik Indonesia Nomor 4893);
2.   Peraturan  Pemerintah  Republik  Indonesia  Nomor  80  Tahun  2008 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang akan Bertolak ke Luar Negeri;  
3.   Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 53/PJ/2008 tentang Tata Cara Pembayaran, Pengecualian Pembayaran dan Pengelolaan Administrasi Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri yang akan Bertolak ke Luar Negeri;  

 

MEMUTUSKAN :

Menetapkan     :     PERATURAN  DIREKTUR  JENDERAL  PAJAK  TENTANG  PERUBAHAN PERATURAN  DIREKTUR  JENDERAL  PAJAK  NOMOR  53/PJ/2008 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN, PENGECUALIAN PEMBAYARAN DAN  PENGELOLAAN  ADMINISTRASI  PAJAK  PENGHASILAN  BAGI WAJIB  PAJAK  ORANG  PRIBADI  DALAM  NEGERI  YANG  AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI.

Pasal I
Ketentuan Pasal 8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 53/PJ/2008 tentang Tata Cara Pembayaran,  Pengecualian  Pembayaran  Dan  Pengelolaan  Administrasi  Pajak Penghasilan Bagi  Wajib  Pajak  Orang  Pribadi  Dalam  Negeri  yang  akan  Bertolak  ke  Luar  Negeri, diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: 
           
Pasal 8
Pengecualian dari kewajiban pembayaran FLN oleh orang pribadi yang akan bertolak ke luar negeri dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a.   untuk Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang memiliki NPWP dan telah berusia 21 (dua  puluh  satu)  tahun  atau  lebih,  diberikan  melalui  pengecekan  validasi  NPWP  oleh UPFLN  Direktorat  Jenderal  Pajak  yang  bertugas di  bandar  udara  atau  pelabuhan  laut keberangkatan  ke  luar  negeri  sepanjang  NPWP  tersebut  telah  terdaftar  sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum hari keberangkatan.
b.   untuk  Wajib  Pajak  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  2  ayat  (2)  yang  tidak  memiliki NPWP  sendiri,  diberikan  melalui  pengecekan  validasi  NPWP  Wajib  Pajak  yang memberikan  tanggungan  sepenuhnya  oleh  UPFLN  Direktorat  Jenderal  Pajak  yang bertugas  di  bandar  udara  atau  pelabuhan  laut  keberangkatan  ke  luar  negeri  sepanjang NPWP  tersebut  telah  terdaftar  sekurang-kurangnya  3  (tiga)  hari  sebelum  hari keberangkatan,  dengan  ketentuan  bahwa  Wajib  Pajak  sebagaimana  dimaksud  dalam Pasal 2 ayat (2) yang tidak memiliki NPWP sendiri dari:
b.1.   Wajib  Pajak  yang  memberikan  tanggungan  sepenuhnya  yang  berstatus  sebagai Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  atau  berstatus sebagai  Warga  Negara  Asing (WNA) dan memiliki Kartu Keluarga harus melampirkan:
         b.1.1.   fotokopi Kartu Keluarga;  dan/atau
b.1.2.   Surat Pernyataan Menanggung Sepenuhnya Orang Tua yang tidak terdaftar dalam Kartu Keluarga oleh orang pribadi yang memiliki NPWP.
b.2.   Wajib  Pajak yang  memberikan  tanggungan  sepenuhnya  berstatus sebagai Warga Negara Asing (WNA) yang:
         b.2.1.   tidak memiliki Kartu Keluarga harus melampirkan fotokopi Surat Keterangan Susunan  Keluarga  Pendatang  (SKSKP)  atau  dokumen  lain  yang dipersamakan  dengan  SKSKP  yang  menunjukkan  hubungan  status keluarga yang dikeluarkan oleh instansi berwenang;
   b.2.2.   namanya  tidak tercantum  dalam  susunan  Kartu  Keluarga  atau  memiliki Kartu  Keluarga  yang  terpisah  dengan  anggota  keluarganya  yang disebabkan  perbedaan  kewarganegaraan  harus melampirkan  fotokopi dokumen  lain  yang  menunjukkan  hubungan  status   keluarga  yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.
c.   untuk  angka  1  s.d.  angka  7  huruf  a  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  7 diberikan secara langsung oleh UPFLN Direktorat Jenderal Pajak yang bertugas di bandara udara atau  pelabuhan  laut  keberangkatan  ke  luar  negeri,  termasuk  Wajib  Pajak  orang  pribadi dalam negeri yang berusia kurang dari 21 (dua puluh satu) tahun.
d.   untuk  angka  7  huruf  b  s.d.  angka  13  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  7 diberikan melalui penerbitan SKBFLN oleh UPFLN Direktorat Jenderal Pajak di bandar udara atau pelabuhan laut keberangkatan ke luar negeri atau KPP yang melakukan pengelolaan FLN atau tempat lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pajak.

Pasal II
Mengubah  Lampiran  II  Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak    Nomor  53/PJ/2008  tentang  Tata Cara  Pembayaran,  Pengecualian  Pembayaran  Dan  Pengelolaan  Administrasi  Pajak Penghasilan  Bagi  Wajib  Pajak  Orang  Pribadi  Dalam  Negeri  yang  akan  Bertolak  ke  Luar Negeri  sehingga  menjadi  sebagaimana  ditetapkan  dalam  Lampiran  Peraturan  Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal III
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 09 Januari 2009
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
ttd
DARMIN NASUTION
NIP 130605098


Lampiran
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor             : PER-1/PJ/2009
Tanggal            : 9 Januari 2009

 

TATA CARA PENGECUALIAN PEMBAYARAN FISKAL LUAR NEGERI BAGI WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI

A.  Bagi Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri yang memiliki NPWP
1.   Wajib Pajak atau penumpang tujuan luar negeri menyerahkan fotokopi Kartu NPWP/ SKT/ SKTS,  fotokopi  paspor,  dan  boarding  pass  ke  petugas UPFLN.  Dalam  hal  Kartu  NPWP atas nama/dimiliki  oleh  Kepala  Keluarga,  maka  anggota  keluarga  yang  ke  Luar  Negeri dari:
1.1.   Wajib  Pajak  yang  memberikan  tanggungan  sepenuhnya  yang  berstatus sebagai Warga  Negara  Indonesia  (WNI)  atau  berstatus  sebagai  Warga  Negara  Asing (WNA) dan memiliki Kartu Keluarga harus melampirkan:
1.1.1.      fotokopi Kartu Keluarga;  dan/atau
1.1.2.      Surat Pernyataan Menanggung Sepenuhnya Orang Tua yang tidak terdaftar dalam Kartu Keluarga oleh orang pribadi yang memiliki NPWP (contoh surat pernyataan pada Lampiran IV.6).
1.2.   Wajib  Pajak yang  memberikan  tanggungan  sepenuhnya  berstatus sebagai  Warga Negara Asing (WNA) yang:
1.2.1.      tidak memiliki Kartu Keluarga harus melampirkan fotokopi Surat Keterangan Susunan  Keluarga  Pendatang  (SKSKP)  atau  dokumen  lain  yang dipersamakan  dengan  SKSKP  yang  menunjukkan  hubungan  status keluarga yang dikeluarkan oleh instansi berwenang. 
1.2.2.      namanya  tidak  tercantum  dalam  susunan  Kartu  Keluarga  atau  memiliki Kartu  Keluarga  yang  terpisah  dengan  anggota  keluarganya  yang disebabkan  perbedaan  kewarganegaraan  harus  melampirkan  fotokopi dokumen  lain  yang  menunjukkan  hubungan  status keluarga  yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.
2.   Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi Kartu NPWP / SKT / SKTS, fotokopi paspor,  dan  boarding  pass  serta  fotokopi  Kartu  Keluarga  atau  surat  pernyataan  atau fotokopi SKSKP atau dokumen lain, kemudian menginput NPWP  pada  aplikasi  yang tersedia.
3.   NPWP dinyatakan valid apabila:
a.   NPWP telah terdaftar sekurang-kurangnya 3 (tiga) hari sebelum hari keberangkatan.
b.   Dalam  hal  NPWP  telah  terekam  dalam  database  Wajib  Pajak  pada  Direktorat Jenderal Pajak.

 

Nama  Wajib  Pajak  pada  paspor  sesuai  dengan  nama  pada database  Wajib Pajak pada  Direktorat  Jenderal  Pajak,  dengan  mengabaikan  perbedaan  tulisan/ejaan dengan ketentuan apabila nama Wajib Pajak lebih dari 2 (dua) kata, minimum 2 (dua) kata harus sesuai antara paspor dan  database Wajib Pajak pada Direktorat Jenderal Pajak.
c.  Dalam  hal  NPWP  belum  terekam  dalam  database  Wajib  Pajak  pada  Direktorat Jenderal Pajak.
                  c.1.   Aplikasi check digit NPWP menunjukkan bahwa NPWP tersebut adalah benar.
c.2.   Nama  Wajib  Pajak  pada  paspor  sesuai  dengan  nama  pada  fotokopi Kartu NPWP/SKT/SKTS,  dengan  mengabaikan  perbedaan  tulisan/ejaan  dengan ketentuan  apabila nama Wajib Pajak lebih dari  2  (dua) kata, minimum 2  (dua) kata  harus sesuai  antara  paspor  dan  database  Wajib  Pajak  pada  Direktorat Jenderal Pajak.
c.3.   Menginput  nama  Wajib  Pajak sesuai  yang  tertera  pada  fotokopi NPWP/SKT/SKTS pada aplikasi.
4.   Apabila NPWP dinyatakan valid, maka petugas UPFLN menempelkan stiker Bebas Fiskal (contoh pada Lampiran IV.5) pada bagian belakang boarding pass  yang ditujukan untuk penumpang.
5.   Penumpang menyerahkan boarding pass yang telah ditempel stiker Bebas Fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti.
6.   Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN apabila:
a.   NPWP terdaftar kurang dari 3 (tiga) hari sebelum hari keberangkatan;
b.   Tidak dapat menyerahkan fotokopi Kartu NPWP/SKT/SKTS; atau
c.   Menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS namun check digit menyatakan tidak valid; atau
d.   Menyerahkan  fotokopi  kartu  NPWP/SKT/SKTS  yang  dimiliki  oleh  Kepala  Keluarga tetapi tidak melampirkan  fotokopi  Kartu  Keluarga/SKSKP/dokumen  lain  yang menunjukkan  hubungan  status keluarga  yang  dikeluarkan  oleh  instansi  yang berwenang,  atau  melampirkan  fotokopi  kartu  keluarga/SKSKP/dokumen  lain  yang menunjukkan  hubungan  status keluarga yang  dikeluarkan  oleh  instansi  yang berwenang  tetapi  nama  penumpang  tidak  tercantum  dalam  susunan  Kartu Keluarga/SKSKP/dokumen  lain  tersebut  atau  tidak  melampirkan  surat  pernyataan bagi orang tua yang tidak terdaftar dalam Kartu Keluarga.

B.  Bagi Wajib Pajak lainnya yang dikecualikan. 
B.1.  Dibebaskan secara langsung
Pengecualian  dari  kewajiban  pembayaran  FLN  oleh  orang  pribadi  dalam  negeri  yang akan  bertolak  ke  luar  negeri  yang  diberikan  secara  langsung  hanya  terbatas pada angka 1 s.d. angka 7 huruf  a Pasal 7 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini,  termasuk Wajib  Pajak orang  pribadi  dalam  negeri  yang berusia kurang dari  21  (dua puluh  satu) tahun dengan cara sebagai berikut:


1.   Penumpang tujuan luar negeri menyerahkan paspor dan boarding pass ke petugas konter pengecekan FLN.
2.   Petugas konter pengecekan FLN menerima dan meneliti paspor dan boarding pass, apabila  pemohon  memenuhi  persyaratan  yang  ditentukan  dalam  angka  1  s.d. angka  7  huruf  a  Pasal  7  Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak  ini  atau  Wajib  Pajak orang  pribadi  dalam  negeri    berusia  kurang  dari  21  (dua  puluh  satu)  tahun,  maka petugas konter  pengecekan  FLN  membebaskan  secara  langsung  orang  pribadi yang akan bertolak ke luar negeri tersebut.
3.   Pemohon yang tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan dari kewajiban membayar FLN, wajib membayar FLN.

B.2.  Dibebaskan melalui penerbitan SKBFLN
Pengecualian  dari  kewajiban  pembayaran  FLN  orang  pribadi  dalam  negeri  yang  akan bertolak ke luar negeri yang diberikan melalui penerbitan SKBFLN hanya terbatas pada angka  7  huruf b  s.d.  angka  13   Pasal  7 Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak  ini  dengan cara sebagai berikut:
1.  Pemohon mengisi  Formulir  Permohonan SKBFLN yang  telah disediakan  dan  data pendukungnya  untuk  diserahkan  ke  UPFLN  Direktorat  Jenderal  Pajak  di  bandar udara  atau  pelabuhan  laut  keberangkatan  ke  luar  negeri  atau  KPP  yang melaksanakan  pengelolaan  FLN  (contoh  Formulir  Permohonan  SKBFLN  pada Lampiran IV.3).
2.   Petugas UPFLN  menerima  dan  meneliti  surat  permohonan  pada  angka  1  serta mencocokkan  formulir  tersebut  dengan  data  pendukung.  Apabila  pemohon memenuhi persyaratan yang ditentukan, maka Petugas menerbitkan SKBFLN serta menyerahkan lembar 1 dan 2 kepada pemohon dan lembar 3 sebagai arsip (contoh SKBFLN pada Lampiran IV.4).
3.   Petugas konter  pengecekan  FLN  memberikan  stempel  tanggal  saat  digunakan pada SKBFLN saat penumpang akan menuju gerbang imigrasi.
4.   Pemohon yang tidak memenuhi syarat untuk dibebaskan dari kewajiban membayar FLN, wajib membayar FLN.
5.   Petugas UPFLN  membuat  laporan  penerbitan  SKBFLN  berdasarkan  lembar  3 beserta surat permohonan dan data pendukung sebagai arsip.







www.pajakpribadi.com
Copyright (c) 2005-2009 pajakpribadi.com | PT. OMNI SUKSESTAMA | Ketentuan Layanan